Pentingnya Ekspor Langsung Sarang Burung Walet Ke China

Posted by nur indri on Minggu, 28 April 2013 | 1 komentar


Pentingnya Ekspor Langsung Sarang Burung Walet Ke ChinaPentingnya Ekspor Langsung Sarang Burung Walet Ke China, apakah HARGA SARANG BURUNG WALET akan naik ?. Optimisme Bisnis Sarang Walet akan Bangkit dan Meningkat pesat dan terciptanya Harga Sarang Walet yang kembali Naik. Indonesia sebagai negara penghasil sarang burung walet terbesar di dunia, berkeinginan melakukan ekspor langsung sarang burung walet ke negara China. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada negara perantara seperti Malaysia dan Singapore, dan juga dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia terhadap komoditas tersebut.

Keinginan itu mengemuka dalam pertemuan komisi bersama Indonesia dan China yang diselanggarakan beberapa waktu yang lalu (3/4) di Yogyakarta.
Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Peternak Pedagang Sarang Walet Indonesia (APPSWI), Dr. Boedi Mranata, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu meminta mitranya agar sarang burung walet Indonesia bisa diekspor langsung ke China, tanpa harus melalui negara ketiga.
“Sepuluh tahun terakhir, Indonesia sulit mengekspor langsung sarang burung walet ke China. Padahal, perdagangan komoditas tersebut sudah berlangsung ratusan tahun,” kata Boedi, di Jakarta, Sabtu (8/4) di Jakarta.
Dikatakannya, Indonesia tidak bisa langsung mengekspor sarang burung walet karena issue flu burung (H5N1). Sementara Malaysia dan Singapura justru boleh langsung mengekspor komoditas itu ke China, sehingga Indonesia terpaksa harus menggunakan jasa mereka atau lewat Hong Kong untuk masuk ke pasar negara “tirai bambu” itu.
Selain membicarakan perjanjian perdagangan bebas China ASEAN Free Trade Agrreement (CAFTA), dalam pertemuan itu, Mendag Mari Elka Pangestu menekankan pentingnya ekspor sarang dari Indonesia ke China secara langsung. “Mendag Mari Elka Pangestu menaruh perhatian besar terhadap kasus ini,” kata Boedi.
Mendag China, Chen Deming, mendukung gagasan ini dan pihaknya akan mengambil langkah-langkah seperti mengirimkan Badan Pengawasan, Inspeksi, dan Karantina China (AQSIQ) untuk menindaklanjuti permasalahan ini.
“Badan ini diperkirakan datang ke Indonesia pada bulan April untuk mengecek rumah-rumah sarang burung walet dan processing pembersihan sarang di Indonesia,” Ujar doktor biologi lulusan Jerman ini.
Diperkirakan, jika China menerima usulan Indonesia, maka ekspor sarang burung ke China akan bertambah 50 – 100 %, yang selama tahun 2009 mencapai 226.000.000 US.
Dengan demikian, tegas Boedi, devisa yang bisa dinikmati Indonesia dari komoditas ini bisa mencapai 400 juta dolar, yang berarti masuk 10 besar andalan ekspor non migas Indonesia. Keuntungan lain, Indonesia tidak akan lagi tergantung kepada negara ke 3 untuk ekspor ke China.
Di sisi lain, China juga diuntungkan karena harga komoditas ini menjadi lebih murah di pasar dalam negerinya karena tidak ada lagi biaya pihak ketiga, dan ini tentunya akan menambah permintaan pasar.
Indonesia tahun lalu memproduksi sekitar 70-80 persen dari total produksi sarang burung walet dunia. Sementara China menyerap lebih dari 60 persen total perdagangan komoditas sarang burung walet dunia.
Selain China, Indonesia antara lain juga mengekspor sarang burung walet ke Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, AS dan Kanada.
Menurut data BPS, Indonesia tahun lalu mengekspor sarang burung walet ke Singapura 61.278.000 dolar AS. Import dari Singapore yang cukup besar ini, sebagian besar di re-ekspor kembali ke China.
Pada kesempatan itu, Boedi mengatakan issue H5N1 sempat merugikan bisnis walet. Meskipun telah banyak dilakukan pemeriksaan H5N1 terhadap walet ternyata tidak pernah sekalipun walet terjangkit H5N1. Ini ada hubungannya dengan cara hidup walet yang tidak pernah hinggap dan tidak pernah kontak dengan unggas atau burung-burung liar yang lain.
China mensyaratkan bahwa komoditas tersebut harus dipanaskan minimal 70 derajad celcius selama 3,5 detik. Dengan demikian mengatasi virus H5N1 tidak susah. “Dengan penanganan standar tersebut, China seharusnya tidak perlu khawatir terhadap produk ekspor sarang walet dari Indoensia,” ujar Boedi.
Apalagi, pengelolaan rumah walet 20 tahun belakangan ini sudah bagus. Selain itu usaha ini ramah lingkungan, sebab tidak ada polusi yang berarti.
Keberadaannya, jelas Boedi, saat ini sudah mencapai puluhan ribu unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Usaha ini juga dapat menyerap ratusan ribu tenaga kerja mulai dari pengadaan material bahan bangunan, pekerjaan pembangunan rumah-rumah walet, penjaga-penjaganya dan untuk processing sarang walet yang harus dikerjakan secara manual dan berdasarkan labor intensif.

Satu pintu
Dalam pertemuan komisi bersama tersebut juga terungkap bahwa proses pengurusan bisnis sarang burung walet di China hanya lewat satu pintu yaitu  AQSIQ (Administration of Quality Supervition, Inspection and Quarantine), sehingga lebih efektif dan efisien. Kondisi yang sama juga berlangsung di banyak negara-negara lain.
Sementara di Indonesia, proses seperti ini masih belum terjadi, dimana ijin-ijinnya masih melewati kementerian pertanian, kementerian kehutanan, kementerian kesehatan, dan perda-perda yang berbeda-beda didaerah. Ini menghambat perdagangan wallet. Alangkah baiknya kalau pemerintah Indonesia juga menerapkan pengiriman satu pintu.
Dengan birokrasi yang lebih efisien dan efektif, Indonesia dipastikan akan mudah menghadapi persaingan dengan negara-negara produsen walet yang lain.

Sekian postingan ini semoga bisnis Walet kembali Jaya dengan prinsip lebih dewasa sehingga semua pihak saling mengerti hak dan kwajibannya, artikel infobenar ini tentang  Pentingnya Ekspor Langsung Sarang Burung Walet Ke China

1 komentar for "Pentingnya Ekspor Langsung Sarang Burung Walet Ke China"

  1. Bisnis Online Gratis says:

    Artikel yang sangat bagus. Terima kasih

Leave a reply

Benar..
Berjilbab belum tentu baik imannya.
Akan tetapi wanita yang baik iman sudah pasti berjilbab bukan?

Benar..
Menutup aurat bukan jaminan nggak pernah berbuat dosa.
Akan tetapi menutup aurat sudah pasti mengurangi dosa.
Minimal telah menggugurkan dosa kewajiban menutup aurat.!

Benar..
Berjilbab nggak jaminan selalu dekat dengan Allah.
Akan tetapi yang pasti ia ingin mendekat kepada Allah.

"MENDING NGGAK BERJILBAB KALAU KELAKUAN MASIH PENUH MAKSIAT!"
Nah..
Ini kalimat yang menyesatkan.
Serupa dengan ajakan setan.
Yang baik diperlihatkan jelek.
Yang jelek diperlihatkan baik.

Berjilbab itu adalah untuk memperjelas jati diri.
Melindungi kehormatan dan kemuliaan yang tak akan terganti Kelak.

Jibab menentukan pasangan hidupmu.
Karena wanita yang taat sangat berhak punya pendamping yang
taat.
Itu janji Allah.
Bukan hanya pemanis kata-kata tanpa makna..

Jilbab itu adalah penjaga diri bagi lelaki yang jahat.
Dan jilbab adalah perhiasan terindah bagi lelaki yang taat.

Kenapa mesti berjilbab?
Karena itu adalah perintah-Nya.
Karena itu akan melindungi wanita dari lelaki yang suka maksiat..

ayoo... wanita Islam Indonesia berJilbab yuuuk... alhamdulillah......

Yahudi bunuh Yesusnya KristennasraniYahudi KEJAM Menyiksa bagai binatang kepada YESUSajaranKRISTEN.

Subscription

Anda dapat berlangganan melalui e-mail untuk menerima update berita. GRATIS

Masukkan Email Anda, Gratis:

Selamat Anda Beruntung telah mengisi Email, Cek Email anda, Gratis artikel terbaru.

Most Popular

Artikel Ganas

Awas Politik Busuk Global


Tag Cloud

Recent News

Archives

Flag Counter

Hai, Selamat datang